Pentingnya Pemberdayaan Masyarakat Menuju Desa Tangguh Bencana
Kamis, 02 November 2017

Masyarakat yang berada di desa/kelurahan adalah penerima dampak langsung dari bencana, dan sekaligus sebagai pelaku pertama dan langsung yang akan merespon bencana disekitarnya. Masyarakat yang tangguh bencana ialah masyarakat yang mampu mengantisipasi dan meminimalisir kekuatan yang merusak, melalui adaptasi. Mereka juga mampu mengelola dan menjaga struktur dan fungsi dasar tertentu ketika terjadi bencana. Dan jika terkena dampak bencana, mereka akan dengan cepat bisa membangun kehidupannya menjadi normal kembali atau paling tidak dapat dengan cepat memulihkan diri secara mandiri.
 
Pedoman Umum Desa/Kelurahan Tangguh Bencana, ada 16 prinsip yang mendasari pelaksanaan program ini. Prinsip-prinsip tersebut ialah: a) Bencana adalah urusan bersama. b) berbasis Pengurangan Risiko Bencana. c)Pemenuhan hak masyarakat. d) Masyarakat menjadi pelaku utama. e) Dilakukan secara partisipatoris. f) Mobilisasi sumber daya lokal. g) Inklusif. h) Berlandaskan kemanusiaan. i) Keadilan dan kesetaraan gender. j) Keberpihakan pada kelompok rentan. k) Transparansi dan akuntabilitas. l) Kemitraan. m) Multi ancaman. n) Otonomi dan desentralisasi pemerintahan. o) Pemaduan ke dalam pembangunan berkelanjutan. p) Diselenggarakan secara lintas sektor

Indikator Program Desa/Kelurahan Tangguh Bencana, sesuai dengan Peraturan Kepala BNPB No. 1 Tahun 2012  sebanyak 20 indikator yang tercakup dalam enam komponen, yaitu Legislasi (kebijakan/Peraturan Desa/Kelurahan tentang penanggulangan bencana), perencanaan (Rencana penanggulangan bencana, rencana aksi komunitas dan rencana kontijensi/evakuasi), kelembagaan (forum Pengurangan risiko bencana, relawan penanggulangan bencana, kerjasama antar wilayah), pendanaan (dana untuk pengurangan risiko bencana, dana tanggap darurat), peningkatan kapasitas (pelatihan untuk pemerintah desa, pelatihan untuk tim relawan, pelatihan untuk warga desa, pelibatan/partisipasi warga desa dan pelibatan perempuan dalam tim relawan) dan peyelenggaraan PB (peta dan analisis risiko, peta dan jalur evakuasi serta tempat pengungsian, sistem peringatan dini, pelaksanaan mitigasi struktural, pola ketahanan ekonomi untuk mengurangi kerentanan masyarakat, perlindungan kesehatan kepada kelompok rentan, pengelolaan sumberdaya alam untuk PRB dan perlindungan aset produktif utama masyarakat).

Mengingat pentingnya Pemberdayaan Masyarakat dalam Penanggulangan Bencana dan upaya membangun masyarakat tangguh bencana sebagaimana amanat Peraturan Kepala BNPB Nomor 1 tahun 2012. BPBD Kabupaten Cianjur tahun 2017 ini menyelenggarakan kegiatan Pembentukan Desa Tangguh Bencana. kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat desa/kelurahan dan kecamatan, terutama untuk tingkat desa dalam optimalisasi pencegahan dan kesiapsiagaan sangat diutamakan. Pelaksanaan kegiatan Pembentukan Desa Tangguh Bencana yang dilaksanakan di Desa Cidadap Kecamatan Campaka dilaksanakan pada bulan oktober s/d Desember 2017 dengan pendanaan dari APBD Kabupaten Cianjur mengingat Kabupaten Cianjur dengan potensi bencana alam sangat tinggi khususnya untuk bencana gempa bumi, letusan gunung berapi, Tsunami, Longsor dan Pergerakan tanah, Kekeringan, Banjir, Kebakaran. 

Tahun 2014 s/d 2016 Pembentukan dan Pemberdayaan Masyarakat Menuju Desa Tangguh/Pembentukan Desa Tangguh bencana baru 8 Desa diantaranya: Desa Cimacan Kecamatan Pacet; Desa Haurwangi Kecamatan Haurwangi; Desa Sindangjaya Kecamatan Cipanas; Desa Galudra Kecamatan Cugenang; Desa Tegallega Kecamatan Warungkondang; Desa Cikancana Kecamatan Sukaresmi; Desa Karangnunggal Kecamatan Cibeber; Desa Susukan Kecamatan Campaka. (dham)